Cairan yang Dibutuhkan Oleh Mobil


Minyak rem, oli “power steering“, air pembersih kaca, dan air aki adalah empat jenis cairan yang tak berhubungan langsung dengan kerja mesin. Meski demikian, lubang pengisian dan tabung penampung cairan-cairan ini berada di ruang mesin. Oleh sebab itu, setiap pemilik mobil harus rutin melakukan “ritual” membuka tutup mesin untuk mencek kondisi cairan-cairan ini.

Minyak rem
Minyak rem atau oli rem menjadi cairan paling penting setelah air radiator dan oli transmisi. Setelah mesin bekerja dengan pendinginan baik, dan mobil bergerak dengan pelumasan gigi-gigi transmisi yang memenuhi syarat, maka mobil membutuhkan peranti pengurang laju agar dapat berhenti atau berjalan dengan terkendali.

Minyak rem berfungsi sebagai cairan hidrolik yang meneruskan tekanan kaki pengemudi pada pedal rem ke kaliper rem pada empat roda mobil. Tanpa cairan ini, rem tak bekerja. Minyak rem dibutuhkan pada sistem rem cakram (discbrake). Namun, karena tak berhubungan langsung dengan mesin, orang biasanya meremehkan.

Fungsinya sebagai penerus daya tekan rem, membuat minyak rem harus terbuat dari bahan yang tak termampatkan dan tahan suhu tinggi. Umumnya minyak rem terbuat dari bahan glikol meski ada juga yang berbahan dasar silikon.

Glikol bersifat higroskopis alias menyerap air. Bila dibiarkan dalam waktu lama, minyak rem akan menyerap uap air dari udara di  sekitar. Bahaya lebih besar dari menumpuknya air adalah rem blong karena gejala “angin palsu” atau vapor lock. Vapor lock terjadi saat rem dipaksa bekerja keras, hingga timbul panas sangat tinggi dan mendidihkan kandungan air dalam minyak rem. Air yang mendidih berubah menjadi uap air yang berbentuk gas termampatkan.

Saat uap air ini terbentuk dalam sistem hidrolik, maka alih-alih menekan kaliper rem untuk mengurangi laju mobil, daya tekan pada sistem hidrolik akan habis untuk memampatkan gas ini. Meski pedal rem ditekan habis, rem tak akan berfungsi. Minyak rem harus dikuras setiap 10.000 kilometer atau sekitar
setahun sekali.

Oli “power steering
Oli power steering (PS) dibutuhkan pada mobil yang menggunakan power steering sistem hidrolik. Selain PS sistem hidrolik, beberapa mobil berukuran kecil produksi  terbaru memanfaatkan PS sistem elektrik yang digerakkan listrik.

PS membantu pergerakan sistem setir mobil hingga roda kemudi menjadi ringan. Pada sistem PS hidrolik, bantuan tenaga berupa gaya yang berasal dari putaran mesin dan diteruskan oli PS. Meski sama-sama berfungsi sebagai cairan hidrolik, spesifikasi dan karakter oli PS berbeda dengan oli rem, hingga tak bisa ditukar pakai.

Selain memakai oli khusus PS, sistem ini juga bisa diisi oli transmisi otomatis (automatic transmission fluid/ATF). Biasanya ATF dipakai untuk oli PS berspesifikasi Dexron II atau Dexron III.

Selalulah baca buku manual mobil untuk melihat spesifikasi oli PS yang dibutuhkan. Beberapa pabrik mobil seperti Honda, mensyaratkan spesifikasi oli PS khusus yang berbeda dari mobil lain.

Oli power steering sebaiknya dikuras dan diganti setiap 40.000- 50.000 km atau dua tahun sekali. Ketinggian permukaan oli PS di tabung penampung harus diperiksa. Permukaan cairan ini harus berada di antara batas maksimum dan minimum.

Isi oli melebihi batas maksimum bisa mengganggu sirkulasi oli, sedangkan di bawah batas minimum dapat merusak pompa oli. Jika volume oli terus berkurang, berarti ada kebocoran pada sistem hidrolis. Mobil harus segera dibawa ke bengkel khusus PS.

Air pembersih kaca
Cairan pembersih kaca penting karena berkaitan dengan daya pandang pengemudi. Kaca mobil yang kotor dapat mengganggu pandangan dan konsentrasi pengemudi. Tabung air pembersih kaca sebaiknya tak hanya diisi air, tetapi juga cairan aditif yang mengandung detergen. Fungsi aditif ini seperti sabun, membersihkan kotoran pada kaca.

Air aki
Air aki dibutuhkan mobil yang memakai aki berteknologi lama, yakni berisi cairan elektrolit. Sebagian besar mobil terbaru menggunakan aki yang disebut bebas perawatan (maintenance free/MF) atau populer dengan aki kering.

Pada aki model lama, larutan elektrolit aki menjaga agar tetap terjadi reaksi kimia antar-elemen listrik sehingga terjadi fungsi penyimpanan listrik. Bila larutan elektrolit berkurang, elemen listrik pada aki bisa rusak dan tak berfungsi.

Kalau aki tak berfungsi, listrik mobil yang dihasilkan alternator tak dapat tersimpan. Padahal, listrik diperlukan untuk menyalakan mesin. Oleh sebab itu, larutan elektrolit harus selalu berada di antara batas Upper Level dan Lower Level yang tertera di dinding aki. Bila kurang, tambahkan air aki.

Ada dua jenis air aki, yakni air murni (biasanya ditandai dengan tutup botol biru) dan larutan accuzuur. Accuzuur dibutuhkan saat pengoperasian awal aki baru. Larutan asam ini berbahaya bila terkena pakaian atau kulit dan dapat berakibat fatal kalau tertelan. Hati- hati saat membawa dan menuangnya. Setelah aki beroperasi dan larutan itu berkurang, tambahkan air aki tutup biru yang berisi air murni (aquadestilata atau air suling).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: